RECORD DETAIL
Back To Previous
Back To Previous
Title | Peningkatan Kualitas dengan Pendekatan Konsep Lean dan Multi Attribute Failure Mode Analysis (Studi Kasus : PT. Nestle Indonesia, Pasuruan) |
Edition | |
Call Number | 2010/I/42 |
ISBN/ISSN | |
Author(s) | Fathy Wahyu Al Hafiish |
Subject(s) | Failur Mode Analysis Lean Quality Management |
Classification | 658.5 |
Series Title | GMD | Tugas Akhir |
Language | Indonesia |
Publisher | Jurusan Teknik Industri FTI-ITS |
Publishing Year | 2010 |
Publishing Place | Surabaya |
Collation | |
Abstract/Notes | |
Specific Detail Info | Seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan saat ini mendorong industri untuk meningkatkan daya saingnya terhadap competitor. Sehingga perbaikan kualitas menjadi suatu hal yang mutlak yang harus dijaga dan dikontrol agar konsumen mendapatkan produk yang baik dan perusahaan dapat memenangkan kompetisi dalam menarik pelanggan. Produk yang berkualitas bagus adalah produk yang memilki karakteristik-karakteristik sesuai dengan keinginan dan kebutuhan konsumen. PT. Nestle Indonesia adalah perusahaan manufaktur yang memproduksi susu dengan berbagai macam jenis. Permasalahan yang dihadapi perusahaan ini adalah terjadinya inefisiensi atau pemborosan pada kandungan Fat di dalam bulk powder yang diproduksi. Penulis mencoba menemukan solusi dari permasalahan ini dengan menggunakan perpaduan konsep Lean Thinking untuk memperbaiki kualitas. Tools yang dipakai dalam penelitian ini adalah Big Picture Mapping, Pareto Chart, Multivariate Analysis, Root Cause Analysis, kemudian melakukan perbandingan mode kegagalan antara Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) dengan Multi Attribute Failure Mode Analysis (MAFMA). Sehingga dari hasil penelitian didapatkan Waste yang sering terjadi (waste kritis) pada proses produksi Bulk Powder adalah Dosing Oil Mix. Kemudian dari kedua jenis proses evaporasi pada dosing Oil Mix (paralel dan seri) yang diuji berdasarkan perhitungan analisis multivariate dapat disimpulkan bahwa proses dosing Oil mix single evaporation (seri) memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kadar fat dalam susu. Berdasarkan hasil FMEA dan MAFMA didapatkan penyebab kritis yang berbeda dari causes yang ada. Pada FMEA penyebab terkritis disebabkan oleh cause B, yakni setting awal heater, pompa yang membutuhkan waktu. Sedangkan pada MAFMA penyebab terkritis disebabkan oleh cause D, yakni separator yang sedang dibersihkan. Berdasarkan kedua metode tersebut dihasilkan tiga alternatif rekomendasi perbaikan dua alternatif untuk pemecahannya. Sedangkan berdasarkan hasil perhitungan baik pada pengukuran performansi alternatif dan pengukuran biaya dan value didapatkan hasil untuk alternatif bahwa kombinasi dari ketiga alternatif perbaikan merupakan rekomendasi yang terbaik. Kata Kunci: Lean, Pareto Chart, Multivariate Analysis, Root Cause Analysis, FMEA dan MAFMA. |
Image | ![]() |
File Attachment | LOADING LIST... |
Pembimbing | Ir. Hari Supriyanto, MSIE |
Volume | 1 |
Availability | LOADING LIST... |
Back To Previous |